Voice Militer - Makin tahun makin canggih teknologi. Di tengah problem tingginya biaya produksi dan perawatan jet tempur F-22 Raptor dan B-2 Spirit, proyek penggarapan pesawat pembom strategis jarak jauh B-21 senilai USD100 milliar terus digeber. Jika sudah dioperasikan, jajaran B-21 yang berpangkalan di AS itu bisa menyerang sasaran manapun di dunia tanpa harus mengisi bahan bakar ulang di udara.
![]() |
| championhobby.com |
Progres B-21 juga telah disetujui oleh AU AS (USAF) sebagai penggunanya. USAF yang telah memastikan memesan 80 hingga 100 unit B-21 dan sesuai rencana akan mulai dioperasikan pada tahun 2020 mendatang.
Selain Northrop Grumman, berbagai pemain di industri militer juga dilibatkan dalam penggarapan B-21, antara lain Pratt & Whitney, East Hartford, BAE System, Nanshua, GKN Aerospace, Janicki Industries, dan Sedro Woolley.
Northrop Grumman sendiri telah memiliki pengalaman dalam produksi jet tempur berteknologi stealth F-35 dan UAV RQ-4 Global Hawk yang bisa terbang nonstop selama 30 jam serta Unmanned Aircraft System (UAS) MQ-4C Triton.
Dengan pengalaman memproduksi jet tempur siluman F-35 dan UAV/UAS yang bisa terbang hingga lebih 24 jam, Northtop Grumman dan industri militer rekanannya yakin jika proses penggarapan dan produksi B-21 sesuai dengan target yang diminta oleh USAF.
Kehadiran B-21 di jajaran USAF nantinya akan menggantikan pesawat-pesawat pembom yang selama ini dimiliki dan sudah dianggap pesawat tua oleh USAF, yakni B-52 Stratofortress, B-2 Spirit, dan B-1B Lancer.
Sebagai pesawat pembom jarak jauh yang mampu membawa sejumlah rudal bekepala nuklir, B-21 yang dinamai Raider (B-21 Raider) diklaim oleh USAF sebagai satu-satunya pembom paling mutakhir dan mematikan di abad 21.
Sumber : Angkasa.co.id

0 Response to "NGERI! Makin canggih teknologi makin ngeri perangnya! Proyek Pembom Siluman B-21 USAF Dilanjutkan"
Post a Comment